Mandau, Bengkalis –(Senin,12/5/25) pukul 07:15wib - 10:00wib Latihan Gabungan 10 perguruan di Lapangan pokok jengkol kecamatan Mandau kab Bengkalis, Riau. Sebuah gelombang kepedulian dan solidaritas ditunjukkan oleh 10 perguruan silat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau,yang menyatakan penolakan terhadap hasil Musyawarah Kecamatan (Muscam) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Mandau yang dilaksanakan pada 27 April 2025 Dengan Menanda Tangani banner penolakan muscam IPSI kecamatan Mandau.
Muscam yang digelar dengan hanya dihadiri oleh 4 dari 14 perguruan peserta ini menuai kontroversi karena dinilai tidak transparan dan cacat prosedur. Sebanyak 9 perguruan sebelumnya telah melayangkan surat keberatan kepada pengurus kabupaten (Pengkab) IPSI Bengkalis, mendesak agar muscam ditunda dan caretaker diganti karena dugaan kecurangan, pemaksaan, serta minimnya keterbukaan informasi. Namun, surat tersebut tidak mendapat tanggapan atau klarifikasi resmi dari Pengkab maupun caretaker,"ucap Eko Sebagai Koordinator latihan gabungan".
Meskipun keberatan telah disampaikan secara tertulis, muscam tetap dilaksanakan. Hanya empat perguruan yang hadir, dan hasilnya ditetapkan secara aklamasi—yang ironisnya bahkan tidak bulat, karena satu dari empat peserta secara tegas menolak aklamasi tersebut," jelasnya ".
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan IPSI, 10 perguruan—termasuk tiga perguruan historis yang menjadi pilar IPSI sejak awal seperti Tapak Suci, Perisai Diri, dan PSHT—kembali menyuarakan penolakan resmi terhadap hasil muscam kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Riau. Mereka meminta agar pengprov segera turun tangan dan mengambil langkah tegas untuk meredam konflik internal yang muncul pasca disahkannya hasil muscam oleh Pengkab, "harapnya".
Sambil menanti tanggapan dari IPSI Provinsi Riau, 10 perguruan ini memilih jalur positif dengan menggelar latihan gabungan (latgab) sebagai bentuk silaturahmi, menjaga kekompakan, serta memperlihatkan semangat kebersamaan antar-perguruan. Langkah ini merupakan simbol bahwa kepedulian mereka terhadap IPSI bukan sekadar kritik, namun juga aksi nyata untuk menjaga marwah organisasi dan nilai-nilai luhur pencak silat.
"Kami tidak ingin konflik ini merusak marwah IPSI. Latgab ini bukti bahwa kami tetap bersatu demi kemajuan pencak silat, bukan kepentingan segelintir orang," tegas perwakilan perguruan yang enggan disebutkan namanya
Para tokoh pencak silat berharap agar Pengprov IPSI Riau segera mengambil langkah penyelesaian, agar konflik internal ini tidak semakin meluas dan menimbulkan keretakan yang lebih dalam antar perguruan di Mandau.
Dukungan Publik dan Harapan ke Depan
Masyarakat dan pecinta silat di Mandau mulai menyoroti kasus ini, banyak yang bersimpati pada perguruan yang menolak Muscam. Mereka menilai langkah latihan gabungan sebagai upaya positif untuk menjaga sportivitas dan kehormatan IPSI.
"Kami berharap Pengprov Riau segera turun tangan. Jangan sampai konflik kecil jadi bola api yang merugikan semua pihak, terutama atlet dan pelatih yang ingin berkembang,"ujar seorang orang tua murid perguruan silat.
Harapan ke IPSI Provinsi 10 perguruan mendesak:
1. Pembatalan hasil Muscam yang dianggap tidak sah.
2. Penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran AD/ART IPSI.
3. Penunjukan panitia netral untuk Muscam ulang yang transparan.
*Susunan Acara Latgab Senin 12 Mei 2025*
Menyanyikan lagu indonesia raya ( seluruh peserta),Pembacaan ikrar pesilat,Sambutan kordinator latgab ( PJ . Eko Wahyono),Doa sebelum kegiatan,Pembukaan gelanggang oleh sesepuh, Pemanasan,Joging keliling lapangan, Latihan teknik IPSI
,Diskusi bersama ( pemateri para senior2 dan ketua2 perguruan ),Penutup dan doa akhir kegiatan,Sesi foto bersama dan penanda tanganan banner yang isinya menolak hasil muscam IPSI kecamatan Mandau pada tanggal 27 April 2025.
Dalam Pantauan Awak Media Acara Berlangsung tertib dan Antusias.
(Ysm).
Tag :
Mandau, Bengkalis –(Senin,12/5/25) pukul 07:15wib - 10:00wib Latihan Gabungan 10 perguruan di Lapangan pokok jengkol kecamatan Mandau kab Bengkalis, Riau. Sebuah gelombang kepedulian dan solidaritas ditunjukkan oleh 10 perguruan silat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau,yang menyatakan penolakan terhadap hasil Musyawarah Kecamatan (Muscam) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Mandau yang dilaksanakan pada 27 April 2025 Dengan Menanda Tangani banner penolakan muscam IPSI kecamatan Mandau.
Muscam yang digelar dengan hanya dihadiri oleh 4 dari 14 perguruan peserta ini menuai kontroversi karena dinilai tidak transparan dan cacat prosedur. Sebanyak 9 perguruan sebelumnya telah melayangkan surat keberatan kepada pengurus kabupaten (Pengkab) IPSI Bengkalis, mendesak agar muscam ditunda dan caretaker diganti karena dugaan kecurangan, pemaksaan, serta minimnya keterbukaan informasi. Namun, surat tersebut tidak mendapat tanggapan atau klarifikasi resmi dari Pengkab maupun caretaker,"ucap Eko Sebagai Koordinator latihan gabungan".
Pengkab Rohul Siap Laksanakan Progam Presiden RI Prabowo
Rokan Hulu—Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menyukseskan program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan mampu meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak di Indonesia.
“Kami siap mendukung