Rokan Hulu —Derasnya hujan yang kerap menjadikan genangan namun tengah berlangsung di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Batu.kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu tidak lagi menambal masalah di permukaan—mereka turun langsung membongkar akar persoalan: drainase yang mati suri.
Bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah operasi teknis yang terukur, sistematis, dan berani. Di bawah komando internal bidang pengairan, tim Operasi dan Pemeliharaan Drainase menyisir saluran demi saluran. Lumpur yang mengendap bertahun-tahun diangkat tanpa kompromi, sampah yang menyumbat dibersihkan hingga ke titik kritis. Air yang selama ini “terkunci” dipaksa kembali mengalir—menandai hidupnya kembali sistem yang lama terabaikan.
Pemandangan di lapangan jauh dari kata biasa. Suara cangkul menghantam sedimen keras, bau lumpur pekat, hingga kerja fisik tanpa jeda menggambarkan satu hal: ini adalah perang melawan banjir, bukan sekadar pekerjaan administratif.
Selama ini, drainase tersumbat menjadi biang kerok kerusakan badan jalan dan lumpuhnya aktivitas ekonomi warga. Ketika hujan turun deras, air kehilangan jalur alaminya—meluap, menggenangi, dan perlahan merusak infrastruktur yang seharusnya menopang kehidupan masyarakat.
Plt Kepala Dinas PUPR Rokan Hulu, H. Zulfikri, S.T.: persoalan klasik tidak boleh diwariskan menjadi kebiasaan. Di lapangan, pengawasan teknis dipastikan berjalan disiplin, memastikan setiap pengerjaan sesuai standar dan tidak sekadar formalitas.
“Ini bukan soal bersih-bersih semata. Ini soal keselamatan pengguna jalan, soal roda ekonomi yang harus tetap bergerak,” ujar salah satu petugas dengan nada lugas di tengah aktivitas.
Dampaknya mulai terasa.Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan genangan mulai melihat perubahan nyata. Jalan Jenderal Sudirman—urat nadi ekonomi Ujung Batu—perlahan kembali menjalankan fungsinya tanpa gangguan berarti.
Namun di balik keberhasilan awal ini, terselip pesan yang tak kalah penting: pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sampah yang dibuang ke drainase bukan sekadar pelanggaran kecil, melainkan ancaman sistemik yang bisa mengulang bencana yang sama. Gerakan ini telah melampaui sekadar pembersihan. Ia menjelma menjadi simbol perlawanan terhadap kelalaian kolektif. Sebuah pengingat keras bahwa banjir bukan takdir yang harus diterima—ia adalah konsekuensi yang bisa dicegah.
Tag :
Rokan Hulu —Derasnya hujan yang kerap menjadikan genangan namun tengah berlangsung di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujung Batu.kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
343 Jamaah Haji Kloter 9 Asal Rokan Hulu Tiba Selamat
Rokan Hulu —Sebanyak 343 jamaah haji asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 telah tiba dengan selamat di Asrama Haji Batam pada Sabtu (21/6/2025) pukul 01.00 WIB dini hari. Kepulangan para jamaah dari Jeddah ke Batam turut didampingi oleh dua orang Petugas Haji Daerah (PHD).
Kedatangan