CHAT Via WhatsApp

Dilihat : 55 kali

Rokan Hulu—Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas rencana penutupan Jembatan Sungai Rokan untuk perbaikan dan pemeliharaan. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perbaikan akan dimulai pada Mei 2025 dan diperkirakan berlangsung selama 6 hingga 7 bulan.

"Selama proses perbaikan berlangsung, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperbolehkan melintasi Jembatan Sungai Rokan. Ini penting demi keselamatan bersama," ujar Andi Yanto saat ditemui usai Rakor.

Sebagai solusi, Pemprov Riau telah menyiapkan beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat. Alternatif pertama yaitu untuk kendaraan roda dua, Simpang Siabu Ujung Batu — Jembatan Gantung Lubuk Bendahara — Lubuk Bendahara Timur — Pematang Tebih Ujung Batu.

Alternatif dua masih prioritas kendaraan roda dua, Simpang Ngaso Ujung Batu — Pagaran Tapah — Simpang Kota Intan — Jembatan Gantung Kota Intan — Jalan Poros PT. SAI — Simpang Empat Km 8 Ujung Batu. Alternatif tiga kendaraan roda empat (R4) dan roda enam (R6) (tanpa muatan buah sawit)

Kemudian alternatif lainnya juga bisa Simpang Ngaso Ujung Batu — Kota Lama (melalui Jalan Lingkar Kota Lama) — Simpang Tiga Kubu Padang — Jalan Poros PT. EDI — Jalan Poros PT. SAI — Simpang Empat Km 6 Ujung Batu.

"Perbaikan akan mengembalikan fungsi struktural jembatan secara optimal, menggunakan anggaran APBD Provinsi Riau tahun 2025 sebesar Rp3.324.183.000," jelas Teza.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, Zulfikri, S.T., yang didampingi Camat Ujung Batu, H. Rio Pratama, S.STP, M.Si., juga mengingatkan masyarakat:

"Jembatan gantung Lubuk Bendahara hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Untuk kendaraan roda empat, kami harap menggunakan jalur alternatif lain yang telah ditentukan," imbau Zulfikri.

Dengan upaya ini, diharapkan perbaikan Jembatan Sungai Rokan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.


Tag :

Rokan Hulu—Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas rencana penutupan Jembatan Sungai Rokan untuk perbaikan dan pemeliharaan. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perbaikan akan dimulai pada Mei 2025 dan diperkirakan berlangsung selama 6 hingga 7 bulan.

"Selama proses perbaikan berlangsung, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak diperbolehkan melintasi Jembatan Sungai Rokan. Ini penting demi keselamatan bersama," ujar Andi Yanto saat ditemui usai Rakor.

Sebagai solusi, Pemprov Riau telah menyiapkan beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat. Alternatif pertama yaitu untuk kendaraan roda dua, Simpang Siabu Ujung Batu — Jembatan Gantung Lubuk Bendahara — Lubuk Bendahara Timur — Pematang Tebih Ujung Batu.

Alternatif dua masih prioritas kendaraan roda dua, Simpang Ngaso Ujung Batu — Pagaran Tapah — Simpang Kota Intan — Jembatan Gantung Kota Intan — Jalan Poros PT. SAI — Simpang Empat Km 8 Ujung Batu. Alternatif tiga kendaraan roda empat (R4) dan roda enam (R6) (tanpa muatan buah sawit)

Kemudian alternatif lainnya juga bisa Simpang Ngaso Ujung Batu — Kota Lama (melalui Jalan Lingkar Kota Lama) — Simpang Tiga Kubu Padang — Jalan Poros PT. EDI — Jalan Poros PT. SAI — Simpang Empat Km 6 Ujung Batu.

"Perbaikan akan mengembalikan fungsi struktural jembatan secara optimal, menggunakan anggaran APBD Provinsi Riau tahun 2025 sebesar Rp3.324.183.000," jelas Teza.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hulu, Zulfikri, S.T., yang didampingi Camat Ujung Batu, H. Rio Pratama, S.STP, M.Si., juga mengingatkan masyarakat:

"Jembatan gantung Lubuk Bendahara hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Untuk kendaraan roda empat, kami harap menggunakan jalur alternatif lain yang telah ditentukan," imbau Zulfikri.

Dengan upaya ini, diharapkan perbaikan Jembatan Sungai Rokan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

HUT ke-43 Desa Sialang Rindang Dirayakan dengan Kirab Budaya

Rokan Hulu—Desa Sialang Rindang, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) , memperingati hari jadinya yang ke-43 dengan penuh semangat dan nilai-nilai tradisi. Perayaan yang berlangsung sejak Jumat (4/7/2025) hingga Sabtu malam (5/7/2025) ini ...

Bupati Resmikan Kopdes Merah Putih Sontang

Rokan Hulu –Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM, melakukan kunjungan bersejarah ke Desa Sontang dalam rangka dua agenda penting pada Selasa (02/07). Bupati meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta melakukan kunjungan ...

40 Hektar Hutan Lindung di Bukit Suligi Terbakar

Rokan Hulu - Sekitar 40 hektar hutan lindung Bukit Suligi yang ada di Koordinat Lat. 0.28'30,15307°N, Long. 100°38'29,83113°E, wilayah Gambiran, Desa Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (28/6/2025), sekitar ...

343 Jamaah Haji Kloter 9 Asal Rokan Hulu Tiba Selamat 

Rokan Hulu —Sebanyak 343 jamaah haji asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 9 telah tiba dengan selamat di Asrama Haji Batam pada Sabtu (21/6/2025) pukul 01.00 WIB dini hari. Kepulangan ...

Terpilih Secara Aklamasi dr.Yeni Pimpin PMI Rohol

Rokan Hulu – Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rokan Hulu resmi menetapkan dr. Yeni Dwi Putri Anton sebagai Ketua PMI Rohul yang baru, setelah terpilih secara aklamasi ...

Majelis Tepuk Tepung Tawar Kukuhkan Kepemimpinan Afni dan Syamsurizal dalam Tradisi Adat Melayu

Posting by Admin

Majelis Tepuk Tepung Tawar Kukuhkan Kepemimpinan Afni dan Syamsurizal dalam Tradisi Adat Melayu

Siak - "sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan permohonan doa restu kepada Bupati dan Wakil Bupati Siak, Afni Z dan Syamsurizal. Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak menggelar Majelis Tepuk Tepung Tawar. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat di Gedung LAMR Siak, Kamis (5/6/2025). Tepuk Tepung Tawar juga



90 Kali